Manfaat Bermain Sortir Warna Pompom untuk Anak Usia 2 Tahun, Melatih Fokus dan Motorik Halus
Manfaat Bermain Sortir Warna Pompom untuk Anak Usia 2 Tahun

Saat ini ada banyak sekali pilihan permainan anak yang dijual di pasaran. Sebagai orang tua, tentu kita ingin memilih mainan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat bagi tumbuh kembang si kecil. Sayangnya, tidak sedikit mainan yang hanya menarik di awal, dimainkan beberapa saat, lalu akhirnya tersimpan di sudut rumah. Karena itu, penting bagi kita untuk mencari tahu terlebih dahulu manfaat dari sebuah permainan sebelum memutuskan untuk membelinya.
Salah satu permainan yang belakangan ini sering muncul di media sosial adalah permainan sortir warna pompom menggunakan gelas warna-warni. Awalnya saya juga penasaran, apakah permainan sederhana ini benar-benar bermanfaat atau hanya sekadar tren. Setelah membaca berbagai ulasan mengenai manfaatnya untuk melatih motorik halus, mengenal warna, dan meningkatkan konsentrasi anak, saya pun memutuskan untuk membelinya dan mencoba memainkannya bersama anak saya yang saat itu berusia 22 bulan.
Lalu, apakah anak usia 22 bulan sudah bisa memainkan permainan sortir warna permainan pompom? Jawabannya, bisa, tetapi tetap membutuhkan pendampingan orang tua. Pada usia ini, anak masih belajar memahami instruksi dan mempertahankan fokus dalam waktu yang singkat. Jadi, jangan heran jika di awal permainan si kecil lebih tertarik memindahkan pompom sesuka hati atau bahkan mengacak warna. Hal tersebut sangat wajar karena proses belajar memang membutuhkan kesabaran, pengulangan, dan suasana bermain yang menyenangkan.
Apa itu permainan sortir pompom?
Permainan sortir pompom adalah aktivitas memasukkan bola-bola pompom berwarna ke dalam gelas atau wadah sesuai warna yang sama. Permainan ini termasuk aktivitas Montessori sederhana yang dapat dilakukan di rumah.
Bagaimana Cara Bermain Sortir Pompom?
Sortir pompom memiliki 2 jenis permainan
- Sortir Pompom Kedalam Gelas Sesuai Warna
Untuk memulai permainan ini, kita perlu menyiapkan beberapa gelas sesuai dengan warna pompom yang ada

Setelah tersedia alat yang dibutuhkan, minta anak untuk memasukkan pompom ke dalam gelas sesuai warna masing- masing.
Permainan ini, berfungsi untuk melatih motorik halus, koordinasi mata-tangan, kognitif (klasifikasi), dan konsentrasi.
Jika sudah berhasil maka pompom akan berada didalam gelas seperti berikut ini

- Menyusun Pompom Diatas Kertas Sesuai Pola
Untuk memulai permainan ini, kita perlu menyiapkan
- Beberapa gelas sesuai dengan warna beserta pompom yang ada
- Kertas berpola sesuai pompom

Setelah tersedia alat yang dibutuhkan, minta anak untuk menyusun pompom ke dalam kertas sesuai warna masing- masing.
Permainan ini, berfungsi untuk melatih motorik halus, koordinasi mata-tangan, kognitif (klasifikasi), dan konsentrasi.
Jika sudah berhasil maka pompom akan berada di atas kertas seperti berikut ini

Saat pertama kali mencoba permainan ini, anakku belum langsung mengikuti cara bermain yang ada. Dia lebih tertarik menuangkan pompom sesuka hati, menyebarkannya ke mana-mana, atau sekadar memindahkan pompom dari satu gelas ke gelas lainnya berdasarkan warna yang dia sukai. Menurutku itu adalah hal yang wajar, karena bagi anak usia dini, tahap awal bermain adalah proses mengenal media dan mengeksplorasi benda-benda baru. Jadi, aku tidak terburu-buru mengoreksi, melainkan membiarkannya bereksplorasi sambil mengenalkan permainan tersebut.
Setelah beberapa kali bermain, barulah aku mulai memberikan aktivitas yang lebih terarah. Aku menyiapkan satu jenis permainan dalam satu waktu agar anak tidak bingung dan bisa lebih fokus. Perlahan dia mulai memahami instruksi sederhana, seperti mencocokkan warna atau memindahkan pompom ke gelas yang sesuai. Yang paling membuatku senang adalah melihat perkembangan kemampuan fokusnya. Jika sebelumnya dia mudah beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lain, kini dia bisa duduk lebih lama dan menyelesaikan permainan dengan lebih tenang.
Menurutku, permainan ini sangat bermanfaat untuk melatih konsentrasi, kemampuan mengikuti instruksi, sekaligus mengenalkan warna pada anak. Namun, permainan ini tetap membutuhkan pendampingan dari orang tua. Anak-anak belum memahami konsep “belajar sambil bermain”, sehingga kehadiran kita sebagai teman bermain sangat penting untuk memberi contoh, mengarahkan, dan memberikan semangat. Dengan kesabaran dan rutinitas bermain yang konsisten, manfaat dari permainan sederhana ini benar-benar bisa dirasakan.
Selain melatih koordinasi mata dan tangan, saya juga rutin mengenalkan permainan lain yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak. Baca juga: Review Puzzle Kayu Montessori untuk Melatih Problem Solving Anak.
Pada akhirnya, permainan sortir warna pompom membuktikan bahwa media belajar yang bermanfaat tidak harus mahal atau rumit. Di balik permainan sederhana ini, anak dapat mengembangkan banyak kemampuan sekaligus, mulai dari motorik halus, mengenal warna, melatih konsentrasi, mengikuti instruksi, hingga kemampuan berpikir dan memecahkan masalah sederhana. Yang terpenting, permainan ini menjadi kesempatan berharga bagi orang tua untuk terlibat langsung dalam proses belajar anak melalui aktivitas yang menyenangkan. Jadi, jika Bunda sedang mencari ide permainan edukatif yang mudah dilakukan di rumah, permainan sortir warna pompom bisa menjadi pilihan yang layak dicoba untuk mendukung tumbuh kembang si kecil sekaligus menciptakan momen quality time yang penuh makna.
